Griya Ilmu & Bisnis
 
Griya Ilmu & Bisnis
 
Selasa, 12 April 2011

Tips Mendownload Template Yang Aman

it's an information blog
Saat beraktifitas Nge Blog, tentu kita kadang ga puas dengan apa yang kita sudah instal di blog kita, diantaranya kadang bosen dengan template itu-itu saja.

Banyak fasilitas gratis yang disediakan oleh banyak pembuat Template. Nah yang jadi masalah bukan templatenya, tapi cara kita memasangnya ...


Jika kita saat mengunggah template baru, jika kita kurang teliti, maka hampir seluruh widget kita akan menghilang, nah untuk mengatasinya bacalah beberapa tisp berikut ini :

1. Sebelum kita mengunggah template baru, sebaiknya dwonload / amankan dulu template lama..simpan di komputer mu.

2. jangan mengcopas kode template ke edit HTML kita, karena itu sama saja dengan menghapus seluruh isi kode lama.

3. Lakukan unggah dengan dengan prosedur bawaan yaitu klik browse, lalu cari template kita yang baru, lalu klik unggah.

4. Nah saat template diunggah akan muncul Warning warna merah diantaranya ada tulisan ...

Template Baru Anda Tidak Memiliki Gadget :
1.
2.
3. Dan seterusnya ...

Dibawahnya ada keterangan :
PERTAHANKAN WIDGET - HAPUS WIDGET

Nah pilih yang Pertahankan widget, karena jika anda memilih Hapus Widget Ya SELAMAT anda akan kehilangan semua Widget lama anda ...

Lalu Save Template baru anda... Selamat anda kini punya template baru tanpa harus kehilangan widget lama... Tinggal atur deh posisi pasukan barunya, telitilah, biasanya banyak widget baru yang kembar, maka siap-siaplah untuk melaksanakan Operasi Kembar Siam di Blog anda yang baru ...
Wokeh !!! Gitu aja deh ....

Template Unik 1

it's an information blog
Lihat tampilan templatenya ; sudah saya lengkapi dengan banner bergerak yang berisi renungan-renungan Islami, yang suka silahkan di download .... Yang Berhasil jangan lupa komentarnya ...




Sebuah Renungan Yang AKu Tumpahkan....."Aku Dan Biduk Rapuhku"

it's an information blog
Biduk Rapuhku
Biduk ini telah lama aku kayuh,telah hampir 31 tahun aku gunakan..
Sejak 10 Desember 1980 Aku Dilayarkan..
setahap demi setahap dari mulai pesisir aku layari..
hingga kini mulai kumasuki gerbang samudera yang luas..
yang ku sendiri tak tahu dimana ujung dan tepiannya...



Aku hanya dibekali sebuah lampu yang hampir meredup
dengan secarik kertas sebagai peta untuk menuntunku berlayar
dan sebilah kompas, untuk memastikan arah yang aku tuju..

namun aku sering kali tersesat dan meleset arah,
jujur..bukan karena kompas dan peta yang salah,
dan juga bukan karena cahaya lampu yang aku padamkan..
melainkan karena keisenganku untuk mengetahui ada apa di arah sebelah situ...
kelalaian dan kelengahan berkali kali menjerumuskanku...
sehingga tuk kembali kearah yang benar itu..
betul betul membutuhkan sebuah perjuangan yang keras,
karena melawan angin dan ombak
yang tak peduli padaku..
senantiasa berdesir dan berdebur...

Saat biduk dan sampan masih kuat dan kokoh dulu
sering ku sia siakan...
waktu tidak kumanfaatan untuk menuju arah yang benar
dalam perjalan...aku sering berbelok sana dan sini
awalnya hanya sekedar ingin mengetahui,..
namun berkali - kali aku terjebak oleh keinginan tahuan itu
dan untuk keluar dari jebakan pusaran air,..
tak jarang aku terjatuh dan meminum air..
tersedak bahkan hampir jatuh pingsan dan mati tenggelam...
tapi alhamdulillah di usia 19tahun aku berhasil keluar,
dari jebakan pusaran air yang dahsyat...

19tahun yang lalu...
disebuah pulau tempat aku beristirahat dan singgah
aku berhasil menemukan seorang kawan berlayar...
hingga saat ini, pelayaran yang kujalani dan entah kapan berakhirnya..
kulewati berdua...ada kawan untuk berbagi dan bercerita...
ada kawan yang bisa memegangiku saat aku kadang hampir terjatuh...
ada kawan yang mengingatkanku saat aku mengayuh arah yang salah...
indah kebersamaan itu jika tanpa masalah...

Sempat terlintas olehku ketika singgah disebuah pulau,
bagaimana jika aku mengajak seorang kawan lagi dalam pelayaranku?

tentunya bukan sembarang kawan ...
kawan yang juga memahami arah dan tujuan
arah yang diinginkan peta dan kompas
kawan yang bisa memahami aku
seperti halnya sifat kawanku yang menemaniku saat ini...
kawan yang mampu mengingatkan aku
saat aku melenceng...
mengayuh biduk seenaknya...

tapi akan adakah kawan yang seperti kawanku itu?
mempunyai sifat dan minimal karakter yang sama...

Tapi...
Aku pun faham satu hal...
berkawan dengan 2 orang yang cocok dengan kita
belum tentu cocok satu sama lainnya antara 2 kawan itu
belum lagi biduk ini sudah usang...
sampan ini mulai rapuh...

dalam fikiranku
dan hatiku..
terliputi berbagai tanya dan tanya...
apakah jika kuajak kawan yang baru,
akan cocok dengan kawan lamaku?
Apakah kawan baruku akan sesabar dan mampu mengerti aku,
seperti kawan lamaku yang telah teruji kesabarannya menghadapi aku?
apakah dengan menambah kawan baru..
membuat aku diperjalananku semakin bersemangat
atau malah biduk ini tak kuat menampung beban kami bertiga?
Apakah..
apakah...
apakah...
semua masih menjadi sebuah tanya...
dan akan tetap seperti itu selamanya...selamanya...
jika tidak pernah dicoba...
namun jika sekali dicoba ...
resiko yang ada sudah jelas dan nampak...
1. mampunyai semangat dan kekuatan baru sehingga bisa lebih ngebut diperjalanan... atau.....
2. terpuruk dan tenggelam, bahkan sulit keluar dan terselamatkan serta kehilangan semua kawan !!!!
Benar benar sebuah hal yang harus diperhitungkan dan di fikir ulang!!!
Hanya Engkau Yaa Robb yang mampu menuntun dan mengarahkan...Hanya Engkau...!!!!

Hmmmppp....aku pasrah dan tawakkal...
By. Abu Iram Muhammad Yusuf

Suratku-suratmu (bagian ke 2-Tamat)

it's an information blog
Teruntuk Suamiku TersayangWa'alaykumussalam..warohmatulloohi wabarokaatuh...


Suamiku tercinta. 
Aku bersyukur kepada Allah atas pernikahan ini, atas rahmatnya yang mengirim engkau untuk menjadi pangeranku. Aku berdoa kepada Allah seraya berkhusnudzon kepada ayahku; sebagai bakti kepadanya; yang menyetujui kamu sebagai suamiku meski aku tak begitu mengenal siapa dirimu. Aku berlindung kepada Allah atas niat yang buruk, atas rencana yang jahat dan atas segala keburukan dari sebuah peristiwa. Aku berserah diri kepada Allah atas pilihanku dan bertawakal kepadaNYA.


Suamiku sayang,
Aku yakin engkau suami soleh yang dikirim oleh Allah untuk ku, Aku yakin kepadamu karena engkau adalah pilihan ayahku dan jawaban dari istikharahku. Aku berharap pernikahan ini adalah pernikahan ku satu-satunya dan engkau adalah suami dunia akheratku. Jika aku tidak sempurna dimatamu, ku minta tunjukan padaku bagaimana cara menjadi istri sempurna, apapun aku lakukan untukmu, asal tidak melanggar syariat yg dibenarkan.

Suamiku sayang,
Ketika ayahku menyetujui aku menikah denganmu, sebenarnya aku kasihan kepadamu, sebab engkau belumlah sekuat ayahku dan setegar dirinya dalam menghadapi sikap dan tingkah lakuku, engkau bagiku seperti pemuda nekat yang datang berjuang dengan tangan kosong tapi aku yakin, ketulusanmu dan kesucian niatmu semoga membuat ridha allah mengaliri pernikahan kita.

Suamiku yang aku akan berusaha mencintaimu...,
sebagaimana sabda nabi bahwa kaum wanita seperti tulang rusuk yang bengkok, maka jika engkau ingin meluruskan aku, luruskanlah dengan kasih sayang dan dalam kondisi yg nyaman, karena jika engkau meluruskan aku dalam kondisi emosi dan tidak nyaman, aku tak yakin bahwa allah akan membantumu melaksanakan maksudmu, bahkan engkau akan menderita karena hal itu.

Suamiku,
Perlu engkau ketahui, sebagaimana atsar dari aisyah yang menyatakan bahwa perkawinan itu ibarat perbudakan bagi kaum perempuan, maka seyogyanya para wali mencarikan suami yang benar untuk anak atau saudara perempuannya. Maka jika bagimu kau inginkan pernikahan seperti itu, maka aku rela melakukannya, asal engkau bisa membantuku mengangkat derajatku ketempat yang lebih tinggi, agar aku bisa layak masuk syurga karenanya , bukankah dalam islam sangat mudah bagi wanita memperoleh tiket ke surga, ia hanya butuh ridha allah dan ridha suaminya.

Suamiku,
Sebagaimana suatu ikatan atau perjanjian dimana dalam perjanjian itu tidak boleh ada satupun yang menzhalimi atau merasa didzhalimi yg menyebabkan perjanjian itu menjadi haram dimata Allah, Maka ikatan pernikahan ini kuingin tak ada satupun diantara kita yang merasa dizhalimi atau menzhalimi. Ku ingin engkau mengerti perasaan setiap wanita, ku ingin engkau ber-empati kepada kaum perempuan, tanpa melanggar syariat yang dibenarkan, ku harap dengan izin tuhan bahwa aku ingin seperti fatimah azzahra, yang tidak pernah dimadu seumur hidupnya oleh Ali bin Abi Thalib. Jika engkau bisa memenuhi harapanku, semoga allah memberikan balasan kepadamu atas kebaikanmu kepada ku, jika tidak maka aku harap keputusan mu itu adalah keputusan yang paling darurat dan tanpa melanggar syariat serta tanpa menyakiti hati seorang manusiapun di muka bumi ini.

Suamiku,
Aku ingin bercerita kepadamu tentang kemuliaan suatu niat, terutama niat dalam sebuah pernikahan, dimana pernikahan itu akan berkah atau tidaknya tergantung niat awal dari masing-masing pasangan.

Suamiku pernahkah engkau mendengar kisah tentang ummu sulaim? sahabat wanita yang dimasa hidupnya telah dijamin oleh Allah masuk syurga, engkau pasti pernah mendengarnya, kalaupun lupa aku akan mengingatkannya tentang itu.

Ummu sulaim, seorang sahabat wanita yang maharnya merupakan mahar terindah sepanjang sejarah, maharnya adalah syahadat suaminya meskipun suaminya sebelum itu; ingin memberikan segudang emas dan perak jika ia mau menikah dengannya, tetapi semua ditolaknya. Ia hanya menginginkan keislaman suaminya.

Dari niat yang tulus dan benar itu, melahirkan rumah tangga yang kuat dan dipenuhi keberkahan, keduanya saling menjaga agar senantiasa keluarga mereka dipenuhi keimanan. Suatu ketika anak bungsu mereka meninggal dunia, malamnya suaminya Abu Tholhah baru saja pulang berdagang, tahukan engkau bagaimana ummu sulaim menenangkan suaminya, dijamunya suaminya dengan makanan yang nikmat, serta diberinya pelayanan yang menenangkan jiwa dan raga suaminya, setelah selesai diajaknya suaminya berdialog tentang amanat atau titipan yang harus dikembalikan jika sang empunya mengambilnya kembali.

Tahukah kamu suamiku,
Rasulpun mendoakan semoga mereka mendapat ganti keturunan yang lebih baik, dan benar saja, kelak benih yang tertanam malam itu melahirkan anak-anak para penghafal alquran dari generasi tabiin.

Suamiku,
Dari kisah ummu sulaim tadi, aku hanya menginginkan aku dan kamu meluruskan niat pernikahan ini, semoga dengan lurusnya niat kita, memudahkan langkah-langkah kita ke depannya.

Suamiku sayangku,
Jika engkau menginginkan seorang istri yang saleh, ketahuilah aku bukanlah orang yang engkau maksud, justru aku ingin engkau membimbingku menjadi istri yang saleh, aku tak mau menjadi istri seperti istri nabi Nuh atau nabi Luth, yang mempunyai suami saleh, tetapi kesalehan suaminya tidak membawanya kepada kebaikan sama sekali.

Suamiku,
Ketika aku menyerahkan kemudi hidupku kepada mu, itu artinya adalah bahwa engkau menjadi pemimpin bagiku, dan bagi anak-anak kita nanti. Jadilah pemimpin yang baik dan adillah terhadap orang yang kamu pimpin. Berhasil atau tidaknya keluarga ini, selamat atau tidaknya bahtera keluarga kita, tergantung kepada dirimu sebagai nahkoda, aku sebagai istri hanya merupakan penumpang yang membantumu menavigasi arah perahu kita, tidak lebih dari itu.

Suamiku inilah yang bisa aku sampaikan kepada mu, tidak ada yang aku inginkan dari pernikahan ini melainkan kebaikan saja, siapapun dirimu, lebih atau kurangnya kamu, aku tak akan melihatnya, keberkahanlah yang aku inginkan dari pernikahan ini. Jika nanti engkau melihat banyak kekurangan pada diriku, itulah aku sebagai manusia biasa yang penuh salah dan dosa, dan jika nanti engkau melihat banyak kelebihan pada diriku, maka bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepadamu, semoga engkau tidak salah memilih aku sebagai pendamping mu.

Salam hormat dan takzim untuk suamiku,
Dari istrimu.

"Para jiwa menjadi tentram dan damai, para hatipun menjadi khusyuk. Ketika Allah telah menurunkan rizkinya kepada hamba, maka nikmat Tuhanmu mana lagikah yang kalian dustakan?"
(Ar-rahman:18)

Suratku-suratmu... (bagian ke 1)

it's an information blog
Teruntuk Istriku Tercinta
Assalamualaikum ...

Adindaku sayang,
Aku sangat bersyukur kepada Allah atas pernikahan ini, atas dipilihnya engkau sebagai pendampingku atas dipilihnya engkau sebagai kekasihku. Aku juga bersyukur bahwa Allah telah mempertemukan aku dengan mu untuk menjalani sisa kehidupan ini bersamamu.


Adindaku sayang,
Aku adalah orang asing bagimu, dan engkau adalah orang asing bagiku. Kalau bukan karena mengharap ridha Allah atas pernikahan ini, tentu engkau akan memilih orang dekat yg engkau ketahui latar belakangnya, tapi karena engkau memilih Allah sebagai pelindungmu atas segala bahaya yg akan datang padamu, atas segala nikmat yg akan tercurah kepadamu maka engkau memilih aku sebagai suamimu meskipun aku sangat asing bagimu. Maka dengan itu pula akupun berdoa kepada Allah semoga engkau selamat dari bahaya yg timbul karena menikah denganku dan semoga rahmat Allah dapat tercurah kepadamu melalui pernikahan ini.


Adinda sayangku.
Aku bukanlah manusia sempurna yang terbebas dari salah. Aku hanyalah seorang hamba yg ingin menyempurnakan separuh agama, melaksanakan sunnah nabi seperti para sahabatku lainnya. Aku hanyalah seorang pengembara yang baru saja menemukan pulau tambatan hati, setelah sekian lama terombang-ambing dalam gelombang kebingungan dan kebimbangan, hingga Allah menurunkan rizkinya kepadaku berupa dirimu, sebagai tempat pelipur lara, sebagai tempat berkasih sayang, sebagai tempat berkeluh kesah, sebagai tongkat penunjuk jalan, sebagai pelita dalam kegelapan, sebagai embun dikala dahaga, sebagai tempat berteduh dikala panas, sebagai selimut dikala dingin, sebagai peredam duka dikala emosi, sebagai tempat berpangku mesra dikala gundah gulana dan sebagai tempat mengadu dikala ragu dan buntu.

Adindaku,
Aku menyadari siapa diriku, maka aku tak ingin meminta lebih kepadamu, aku tak ingin engkau secantik Zulaikha,atau secerdas Aisyah, atau sezuhud Khadijah atau semulia Maryam. Aku juga tak ingin engkau sesolehah Asiah tetapi bersuamikan firaun. Aku hanya ingin engkau seperti apa adanya, yg menangis dikala sedih, yg marah dikala terluka dan tersenyum dikala bahagia. Aku tidak menginginkan engkau sesempurna istri sang nabi, sebab aku sadar bahwa aku pun tidak sesempurna beliau. Yang aku inginkan adalah bahwa kita saling menjaga agar bisa meneladani sikap mereka.


Adindaku...
Jika engkau mengharap harta dariku, ketahuilah aku hanyalah seorang pemuda biasa, yg penghasilannya dapat engkau lihat sendiri. Aku juga bukan pengusaha yg mungkin bisa mewujudkan semua impianmu dengan uang mereka. Tapi jika engkau berpendapat bahwa harta dapat membawa kita kepada syurga, atau kefakiran bisa membawa kepada kekufuran, aku setuju dengan mu. Tapi aku bukanlah Abdurrahman bin auf, atau Abu bakar shiddiq atau ustman bin affan, yg dengan hartanya bisa membawa mereka ke pintu syurga. Aku mungkin hanya bisa menjadi Abudzar al giffari, yg hidup dalam kesendirian dan mati dalam kesendirian. Hanya iman yg ia bawa dan istri yg setia yg menemani pada saat-saat terakhirnya.

Adinda ku..
Justru dengan keberkahan yg insya Allah hadir bersamamu, kita bisa bersama-sama mengumpulkan harta sebagai bekal untuk akhirat kita. Justru dengan pernikahan ini semoga Allah membukakan pintu-pintu rezeki dari arah yg kita tidak sangka-sangka.


Adindaku sayang..
Saat mengetahui engkau menerima khitbahku. Aku menangis terharu, bumi yang ku pijak seakan bergoyang. Aku tak kuasa menahan rasa bahagia saat itu, saat engkau menyetujui lamaranku. Penantian panjang dan melelahkan yg menghabiskan hampir separuh nafas para pemuda dan pemudi, yg membuat mereka terbangun dikala malam, mengadukan nasibnya pada illahi rabbi, menangis disela-sela rintihan dan doa seraya bertanya kapan masa itu akan hadir menjemput mereka.
Masa-masa yg menggetarkan jiwa, menyenangkan hati dan membuat orang normal seperti orang kekurang akal, masa yang hakikatnya seperti berjalan diatas titian besi panas hingga mampu menjerumuskan mereka yg tidak sabar akan datangnya masa bahagia itu. Adindaku, tibanya masa itu merupakan rahmat yg tiada tara bagi para hamba yang bersyukur, yang menyadari bahwa pernikahan itu adalah sebuah perjuangan dan bukanlah sebuah permainan.


Sayangku...
Jika engkau mengharapkan ketampanan, kesempurnaan fisik dan penampilan, ketahuilah aku hanyalah seorang manusia biasa, yg lahir dari benih ayah dan ibuku, yang rupa dan bentuk fisiknya tak bisa aku inginkan sesuai mauku. Aku hanya menerima takdir tuhan, beginilah diriku adanya. Aku tidak setampan nabi Yusuf, tidak segagah nabi Daud, tidak sekuat Umar bin khatab, tidak sehalus Usman bin affan, tidak sepintar Ali bin abi thalib, dan aku juga tidak sesabar Abu bakar shiddiq. Jika engkau menginginkan semua sifat itu ada padaku, maka aku berlindung kepada Allah, atas kelemahan diriku. Tapi jika engkau mendoakan aku memiliki salah satu saja sifat mulia mereka, maka aku bersyukur kepada Allah atas doamu itu dan juga atas berlipatnya rizkiku karena menikah dengan manusia pemilik doa sepertimu.


Adindaku,
Aku dan engkau akan tahu, kita akan menghadapi masa-masa yang akan datang bersama-sama, masa yang kadang indah untuk dikenang, atau pahit untuk diingat. Semua tergantung seberapa besar hati ini mau melapangkan jalan untuk menerima apapun kondisi itu. Sayangku, Jika salah satu sudut hatimu pada saat ini sudah terisi untukku, maka sudut-sudut yang lain isilah dengan rabb pencipta alam semesta.

Jangan kau isi semua sudut hatimu dengan diriku atau dengan yanglain kecuali Tuhan mu, sebab aku tidak akan sanggup menjaga mu bahkan menjaga hatimu, hanya Allah lah yang bisa menjagamu, menjaga hati dan jiwamu, menjaga fisik dan ragamu. Kamu mungkin bisa melupakan aku jika aku berbuat kesalahan, kamu bisa saja membuang sudut hati tempatku berpijak dan mengganti dengan orang lain yang sesuai dengan keinginanmu, tapi engkau tidak akan bisa melupakan rabb pemilik hatimu. Dan aku lebih nyaman jika hatimu dikuasai oleh pemilik alam semesta, ketimbang dikuasai oleh aku atau apapun itu.


Adindaku,
Insya Allah kita akan menjalani tahap-tahap usia pernikahan kita,
Pada tahun pertama perkawinan kita, kuharap engkau mau lebih bersabar, mau memahami lebih dalam perbedaan-perbedaan antara kita, sebab kita adalah dua orang asing yang harus mengayuh perahu bersama, jika kita tidak bisa bekerja sama, aku khawatir perahu ini tenggelam ketika baru saja kita meninggalkan pantai.

Pada tahun kedua hingga tahun kelima, kuharap engkau sudah mengerti tentang diriku, tentang sifat dan tingkah lakuku. Saat itu mungkin anak pertama kita akan lahir dan tanggung jawab kita sebagai orangtua baru dimulai.


Aku berpesan kepadamu,
Kemulyaanmu sebagai seorang ibu baru saja dimulai, jika engkau merasa capek dan lelah janganlah sungkan-sungkan untuk meminta tolong kepadaku. Meski aku tahu pada saat itu mungkin kehidupan kita masih prihatin. Tapi aku yakin anak-anak kita yang masih lucu akan mampu menghapus semua duka lara, letih dan lelah serta rasa capek dan lelah karena tugas kita. Tugasmu sebagai madrasah yang memberi pendidikan agama dan nilai luhur para orang saleh pendahulu kita, dan tugasku membantumu membumikan pendidikan itu.

Pada tahun kelima hingga kesepuluh, mungkin kita akan didera oleh kondisi keuangan karena saat itu kebutuhan kita akan meningkat, anak-anak beranjak ke sekolah dan kebutuhan rumah tangga akan meningkat. Aku memohon kepadamu, bantu aku dengan doa-doamu, dengan dhuha dan tahajudmu dengan zikir dan shodaqohmu, semoga masa-masa sulit segera pergi hingga Allah memenuhi janjinya kepada kita.


Pada tahun kesepuluh hingga keduapuluh, mungkin Allah telah mengalirkan rezeki yang deras kepada kita, kehidupan mulai mapan, kesejahteraan mulai datang, dan anak-anak mulai dewasa. Aku memohon kepadamu, bantu aku menguatkan batin dan jiwaku agar aku tidak terperosok kedalam jurang kenistaan, karena godaan dunia berupa harta tahta dan wanita. Sadarkan aku tentang umur dan usiaku yang mulai menua juga temperamenku yang mulai meninggi dimakan usia. Bantu aku bersahabat dengan anak-anak kita, berikan mereka pengertian tentang arti kehidupan sesungguhnya, karena sebentar lagi mereka akan memilih jalannya masing-masing.


Pada tahun ketigapuluh dan sesudahnya, aku tak tahu apakah kita akan sampai disitu, yang jelas kita akan kembali berdua, anak-anak lelaki kita akan pergi dan anak perempuan akan mengikuti suaminya. Kita hanyalah sepasang manusia renta yang tak bisa melawan takdirnya. Kuingin saat itu, hari-hari kita hanya dipenuhi zikir dan tasbih, dipenuhi munajat dan doa, seraya menunggu utusan Tuhan datang menjemput.


Aku ingin engkau dan aku tetap menjadi pasangan didunia dan akhirat, jadi kumohon kita saling menjaga, saling memberi peringatan dan tausiah agar tujuan pernikahan ini sesuai dengan yang kita harapkan. Terakhir aku ingin kado ku ini menjadi prasasti cinta kita, yang tertanam jauh dilubuk hati, sehingga jika terjadi goncangan, kita selalu kembali ke komitmen awal pernikahan.

Salam bahagia
Suamimu.

Nasehat Untuk Para suami Sibuk FB-an ...

it's an information blog
Duhai suamiku...
Kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu, bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah menjadi ketegangan.


Suamiku.....
Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan. Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu. Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain. Bukankah Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, "Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, "Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka." Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. Tidaklah sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu. Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, "Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?" Ali r.a. pun menjawab, "Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya." Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah, sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, "Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian." Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.

Duhai Suamiku...
Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, "Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya." [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.

Wahai Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini...
Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku,
jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Amin ya rabbal alamin.

--------------------

Catatan dari : Ummu Sarah Humaira
Senin, 11 April 2011

Adab - Adab Bicara Untukmu Saudariku Muslimah ...

it's an information blog
Wahai saudariku muslimah..

Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara,Allah Ta'ala berfirman:

” لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس ” (النساء: الآية 114).

Artinya:

"Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka,kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah,atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia ". (An nisa:114)



Dan ketahuilah wahai saudariku,semoga Allah ta'ala merahmatimu dan menunjukimu kepada jalan kebaikan, bahwa disana ada yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu.

"عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد ” (ق: الآية 17-18)

Artinya:

"Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir" (Qaaf:17-18).

Maka jadikanlah ucapanmu itu menjadi perkataan yang ringkas, jelas, yang tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.

1) Bacalah Al qur'an karim dan bersemangatlah untuk menjadikan itu sebagai wirid keseharianmu, dan senantiasalah berusaha untuk menghafalkannya sesuai kesanggupanmu agar engkau bisa mendapatkan pahala yang besar dihari kiamat nanti.

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما- عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” يقال لصاحب القرآن: اقرأ وارتق ورتّل كما كنت ترتّل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرؤها رواه أبو داود والترمذي

Dari abdullah bin ‘umar radiyallohu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, beliau bersabda:

dikatakan pada orang yang senang membaca alqur’an: bacalah dengan tartil sebagaimana engkau dulu sewaktu di dunia membacanya dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.

HR.abu daud dan attirmidzi

2) Tidaklah terpuji jika engkau selalu menyampaikan setiap apa yang engkau dengarkan,karena kebiasaan ini akan menjatuhkan dirimu kedalam kedustaan.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” كفى بالمرء كذباً أن يتحدّث بكل ما سمع “

Dari Abu hurairah radiallahu 'anhu,sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta ketika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengarkan."

(HR.Muslim dan Abu Dawud)

3) jauhilah dari sikap menyombongkan diri (berhias diri) dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu,dengan tujuan membanggakan diri dihadapan manusia.

عن عائشة – رضي الله عنها- أن امرأة قالت: يا رسول الله، أقول إن زوجي أعطاني ما لم يعطني؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” المتشبّع بما لم يُعط كلابس ثوبي زور “.

Dari aisyah radiyallohu ‘anha, ada seorang wanita yang mengatakan:wahai Rasulullah,aku mengatakan bahwa suamiku memberikan sesuatu kepadaku yang sebenarnya tidak diberikannya.berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam,: orang yang merasa memiliki sesuatu yang ia tidak diberi,seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan." (muttafaq alaihi)

4) Sesungguhnya dzikrullah memberikan pengaruh yang kuat didalam kehidupan ruh seorang muslim,kejiwaannya, jasmaninya dan kehidupan masyarakatnya. maka bersemangatlah wahai saudariku muslimah untuk senantiasa berdzikir kepada Allah ta'ala,disetiap waktu dan keadaanmu.Allah ta'ala memuji hamba-hambanya yang mukhlis dalam firman-Nya:

” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم… ” (آل عمران: الآية 191).

Artinya:

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring…" (Ali imran:191).

5) Jika engkau hendak berbicara,maka jauhilah sifat merasa kagum dengan diri sendiri, sok fasih dan terlalu memaksakan diri dalam bertutur kata,sebab ini merupakan sifat yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam,dimana Beliau bersabda:

” وإن أبغضكم إليّ وأبعدكم مني مجلساً يوم القيامة الثرثارون والمتشدقون والمتفيهقون “.

"sesungguhnya orang yang paling aku benci diantara kalian dan yang paling jauh majelisnya dariku pada hari kiamat : orang yang berlebihan dalam berbicara, sok fasih dengan ucapannya dan merasa ta'ajjub terhadap ucapannya."

(HR.Tirmidzi,Ibnu Hibban dan yang lainnya dari hadits Abu Tsa'labah Al-Khusyani radhiallahu anhu)

6) Jauhilah dari terlalu banyak tertawa,terlalu banyak berbicara dan berceloteh.jadikanlah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, sebagai teladan bagimu,dimana beliau lebih banyak diam dan banyak berfikir.beliau Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, menjauhkan diri dari terlalu banyak tertawa dan menyibukkan diri dengannya.bahkan jadikanlah setiap apa yang engkau ucapkan itu adalah perkataan yang mengandung kebaikan, dan jika tidak,maka diam itu lebih utama bagimu. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, bersabda:

” من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت “.

" Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka hendaknya dia berkata dengan perkataan yang baik,atau hendaknya dia diam."

(muttafaq alaihi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu)

8) jangan kalian memotong pembicaraan seseorang yang sedang berbicara atau membantahnya,atau meremehkan ucapannya. Bahkan jadilah pendengar yang baik dan itu lebih beradab bagimu,dan ketika harus membantahnya,maka jadikanlah bantahanmu dengan cara yang paling baik sebagai syi'ar kepribadianmu.

9) berhati-hatilah dari suka mengolok-olok terhadap cara berbicara orang lain,seperti orang yang terbata-bata dalam berbicara atau seseorang yang kesulitan berbicara.Alah Ta'ala berfirman:

” يا أيها الذين آمنوا لا يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيراً منهم ولا نساء من نساء عسى أن يكن خيراً منهن ” (الحجرات: الآية 11).

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik."

(QS.Al-Hujurat:11)

10) jika engkau mendengarkan bacaan Alqur'an,maka berhentilah dari berbicara,apapun yang engkau bicarakan, karena itu merupakan adab terhadap kalamullah dan juga sesuai dengan perintah-Nya, didalam firman-Nya:

: ” وإذا قرىء القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون ” (الأعراف: الآية 204).

Artinya: "dan apabila dibacakan Alqur'an,maka dengarkanlah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kalian diberi rahmat". Qs.al a'raf :204

11) bertakwalah kepada Allah wahai saudariku muslimah,bersihkanlah majelismu dari ghibah dan namimah (adu domba) sebagaimana yang Allah ‘azza wajalla perintahkan kepadamu untuk menjauhinya. bersemangatlah engkau untuk menjadikan didalam majelismu itu adalah perkataan-perkataan yang baik,dalam rangka menasehati,dan petunjuk kepada kebaikan. perkataan itu adalah sebuah perkara yang besar,berapa banyak dari perkataan seseorang yang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan pelakunya kedalam jurang neraka.Didalam hadits Mu'adz radhiallahu anhu tatkala Beliau bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam: apakah kami akan disiksa dengan apa yang kami ucapkan? Maka jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” ثكلتك أمك يا معاذ. وهل يكبّ الناس في النار على وجوههم إلا حصائدُ ألسنتهم ” ( رواه الترمذي).

"engkau telah keliru wahai Mu'adz,tidaklah manusia dilemparkan ke Neraka diatas wajah-wajah mereka melainkan disebabkan oleh ucapan-ucapan mereka."

(HR.Tirmidzi,An-Nasaai dan Ibnu Majah)

12- berhati-hatilah -semoga Allah menjagamu- dari menghadiri majelis yang buruk dan berbaur dengan para pelakunya,dan bersegeralah-semoga Allah menjagamu- menuju majelis yang penuh dengan keutamaan, kebaikan dan keberuntungan.

13- jika engkau duduk sendiri dalam suatu majelis, atau bersama dengan sebagian saudarimu,maka senantiasalah untuk berdzikir mengingat Allah ‘azza wajalla dalam setiap keadaanmu sehingga engkau kembali dalam keadaan mendapatkan kebaikan dan mendapatkan pahala.Allah ‘azza wajalla berfirman:

” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم “. (آل عمران: الآية 191)

Artinya: "(yaitu) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri,atau duduk,atau dalam keadaan berbaring" (QS..ali 'imran :191)

14- jika engkau hendak berdiri keluar dari majelis, maka ingatlah untuk selalu mengucapkan:

” سبحانك الله وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك “.

"maha suci Engkau ya Allah dan bagimu segala pujian,aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu"

Sehingga diampuni bagimu segala kesalahanmu di dalam majelis tersebut.


Ditulis oleh: Haya Bintu Mubarak Al-Buraik

Dari kitab: mausu'ah al-mar'ah al-muslimah: 31-34

Alih bahasa : Ummu Aiman

(sumber http://www.salafybpp.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62:adab-adab-berbicara-bagi-wanita-muslimah&catid=3:muslimah&Itemid=53)

Ketika Anda Lupa Password Blogger

it's an information blog
Blog bisa jadi akan menjadi sangat erat dengan Anda. Seakan satu hari ini janggal jika Anda tak menengok blog kesayangan Anda. Dan yang menarik di sisi lain Anda pasti memiliki sifat pelupa, baik itu sedikit atau banyak. Nah, apa yang teerjadi jika Anda lupa password untuk blog Anda? Anda tidak bisa akses dan Anda tidak bisa update, apakah Anda hanya akan memandangnya tanpa bisa melakukan perkembangan lagi untuk blog kesayangan Anda? Tuntaskan tutorial ini untuk mendapat solusinya.


Anda Bisa Menggunakan Alamat Blog Anda
Ada dua pilihan untuk membenahi masalah ini. Pertama Anda bisa memasukkan url blog Anda saja.
1. Klik untuk menuju ke http://www.blogger.com/forgot.g
2. Masukkan alamat blog Anda

3. Klik tombol Cari
4. Muncul pesan untuk segera periksa Email Anda. Sekarang periksalah email yang Anda gunakan untuk login blog tersebut. Cek Inbox. Jika tidak ditemukan cobalah cek ke Spam.
5. Buka pesan dari Blogger Support. Anda akan mendapatkan link yang bisa Anda gunakan untuk reset password. klik link tersebut.
6. Anda akan kembali ke jendela blogger. Anda diminta untuk memasukkan kode konfirmasi. Isikan kode konfirmasi.
7. Anda akan mendapatkan pesan dari blogger untuk kembali cek email Anda.
8. Buka email Anda. Cek inbox. Jika tidak ada cobalah cari di spam. Kali ini pesan dari accounts-noreply@google.com. Buka pesan dan Anda kembali akan mendapatkan link untuk reset password.
9. Klik link pada surat tersebut.
10. Anda masuk pada halaman google Reset Password. Masukkan password baru Anda. Ulangi lagi pada Masukkan sandi sekali lagi. Jika sudah klik Buat Ulang Sandi
11. Jika sukses akan muncul jendela baru dengan pesan bahwa Password Anda Telah di Reset. Close jendela tersebut dan cobalah login.



Nah proses selesai dan kini Anda siap login dengan password baru.

Anda Bisa Menggunakan Alamat Email Anda
Perhatikan langkah pertama. Ketika Anda berada pada alamat http://www.blogger.com/forgot.g, anda juga bisa reset password dengan memasukkan alamat email Anda. Dengan cara ini lebih cepat, karena setelah Anda klik cari Anda akan langsung pada step nomer 6 pada cara pertama. Cara kedua ini bisa digunakan juga bagi Anda yang blognya sudah Anda host sendiri dan bukan di blogspot lagi.

Semoga bermanfaat dan mengembalikan semangat Anda untuk memebenahi blog Anda.

Mau Animasi Kursor di ikuti Tulisan?

it's an information blog
Caranya :
1. Login ke akunmu.
2. pilih Tata letak / rancangan .
3. tambah gadget HTML
4. lalu copas kode berikut ini tanpa harus memberi judul., letakkan dimana saja.



<script>
//mouse
//Circling text trail- Tim Tilton
//Website: http://www.tempermedia.com/
//Visit http://www.dynamicdrive.com for this script and more
function cursor_text_circle(){
// your message here
var msg='tulis teks disini'.split('').reverse().join('');


var font='Verdana,Arial';
var size=3; // up to seven
var color='#ff0000';


// This is not the rotation speed, its the reaction speed, keep low!
// Set this to 1 for just plain rotation w/out drag
var speed=.3;


// This is the rotation speed, set it negative if you want
// it to spin clockwise
var rotation=-.2;


// Alter no variables past here!, unless you are good
//---------------------------------------------------




var ns=(document.layers);
var ie=(document.all);
var dom=document.getElementById;
msg=msg.split('');
var n=msg.length;
var a=size*13;
var currStep=0;
var ymouse=0;
var xmouse=0;
var props="<font face="+font+" size="+size+" color="+color+">";


if (ie)
window.pageYOffset=0


// writes the message
if (ns){
for (i=0; i < n; i++)
document.write('<layer name="nsmsg'+i+'" top=0 left=0 height='+a+' width='+a+'><center>'+props+msg[i]+'</font></center></layer>');
}
else if (ie||dom){
document.write('<div id="outer" style="position:absolute;top:0px;left:0px;z-index:30000;"><div style="position:relative">');
for (i=0; i < n; i++)
document.write('<div id="iemsg'+(dom&&!ie? i:'')+'" style="position:absolute;top:0px;left:0;height:'+a+'px;width:'+a+'px;text-align:center;font-weight:normal;cursor:default">'+props+msg[i]+'</font></div>');
document.write('</div></div>');
}
(ns)?window.captureEvents(Event.MOUSEMOVE):0;


function Mouse(evnt){
ymouse = (ns||(dom&&!ie))?evnt.pageY+20-(window.pageYOffset):event.y; // y-position
xmouse = (ns||(dom&&!ie))?evnt.pageX+20:event.x-20; // x-position
}


if (ns||ie||dom)
(ns)?window.onMouseMove=Mouse:document.onmousemove=Mouse;
var y=new Array();
var x=new Array();
var Y=new Array();
var X=new Array();
for (i=0; i < n; i++){
y[i]=0;
x[i]=0;
Y[i]=0;
X[i]=0;
}


var iecompattest=function(){
return (document.compatMode && document.compatMode!="BackCompat")? document.documentElement : document.body;
}


var makecircle=function(){ // rotation properties
if (ie) outer.style.top=iecompattest().scrollTop+'px';
currStep-=rotation;
for (i=0; i < n; i++){ // makes the circle
var d=(ns)?document.layers['nsmsg'+i]:ie? iemsg[i].style:document.getElementById('iemsg'+i).style;
d.top=y[i]+a*Math.sin((currStep+i*1)/3.8)+window.pageYOffset-15+(ie||dom? 'px' : '');
d.left=x[i]+a*Math.cos((currStep+i*1)/3.8)*2+(ie||dom? 'px' : ''); // remove *2 for just a plain circle, not oval
}
}


var drag=function(){ // makes the resistance
y[0]=Math.round(Y[0]+=((ymouse)-Y[0])*speed);
x[0]=Math.round(X[0]+=((xmouse)-X[0])*speed);
for (var i=1; i < n; i++){
y[i]=Math.round(Y[i]+=(y[i-1]-Y[i])*speed);
x[i]=Math.round(X[i]+=(x[i-1]-X[i])*speed);


}
makecircle();
// not rotation speed, leave at zero
setTimeout(function(){drag();},10);
}
if (ns||ie||dom)
if ( typeof window.addEventListener != "undefined" )
window.addEventListener( "load", drag, false );
else if ( typeof window.attachEvent != "undefined" )
window.attachEvent( "onload", drag );
else {
if ( window.onload != null ) {
var oldOnload = window.onload;
window.onload = function ( e ) {
oldOnload( e );
drag();
};
}
else
window.onload = drag;
}


}
cursor_text_circle();


</script>

Ganti tulisan warna merah dengan teks anda, ingat jangan terlalu panjang...

Lalu Save ...

contoh hasilnya bisa dilihat disini

Cara Memasang Next Page / Halaman Berikutnya di bawah postingan

it's an information blog
Saya bingung menyebut ini apa namanya...makanya saya sebut saja widget Next Page / Halaman Berikutnya saja ya ...

Nah Cara memasangnya adalah sebagai berikut :
1. Masuk ke Dashbor,
2. klik rancangan.
3. Tambah Gadget
4. Pilih HTML
5. Lalu Masukkan kode :


<style>
.showpageArea a {
text-decoration:underline;
}
.showpageNum a {
text-decoration:none;
border: 1px solid #ccc;
margin:0 3px;
padding:3px;
}
.showpageNum a:hover {
border: 1px solid #ccc;
background-color:#000000;
}
.showpagePoint {
color:#333;
text-decoration:none;
border: 1px solid #ccc;
background: #ccc;
margin:0 3px;
padding:3px;
}
.showpageOf {
text-decoration:none;
padding:3px;
margin: 0 3px 0 0;
}
.showpage a {
text-decoration:none;
border: 1px solid #ccc;
padding:3px;
}
.showpage a:hover {
text-decoration:none;
}
.showpageNum a:link,.showpage a:link {
text-decoration:none;
color:#000000;
}

</style>




<script type="text/javascript">

function showpageCount(json) {
var thisUrl = location.href;
var htmlMap = new Array();
var isFirstPage = thisUrl.substring(thisUrl.length-14,thisUrl.length)==".blogspot.com/";
var isLablePage = thisUrl.indexOf("/search/label/")!=-1;
var isPage = thisUrl.indexOf("/search?updated")!=-1;
var thisLable = isLablePage ? thisUrl.substr(thisUrl.indexOf("/search/label/")+14,thisUrl.length) : "";
thisLable = thisLable.indexOf("?")!=-1 ? thisLable.substr(0,thisLable.indexOf("?")) : thisLable;
var thisNum = 1;
var postNum=1;
var itemCount = 0;
var fFlag = 0;
var eFlag = 0;
var html= '';
var upPageHtml ='';
var downPageHtml ='';

var pageCount=5;
var displayPageNum=6;
var firstPageWord = 'First';
var endPageWord = 'last';
var upPageWord ='Sebelumnya';
var downPageWord ='Berikutnya';


var labelHtml = '<span class="showpageNum"><a href="/search/label/'+thisLable+'?&max-results='+pageCount+'">';

for(var i=0, post; post = json.feed.entry[i]; i++) {
var timestamp = post.published.$t.substr(0,10);
var title = post.title.$t;
if(isLablePage){
if(title!=''){
if(post.category){
for(var c=0, post_category; post_category = post.category[c]; c++) {
if(encodeURIComponent(post_category.term)==thisLable){
if(itemCount==0 || (itemCount % pageCount ==(pageCount-1))){
if(thisUrl.indexOf(timestamp)!=-1 ){
thisNum = postNum;
}

postNum++;
htmlMap[htmlMap.length] = '/search/label/'+thisLable+'?updated-max='+timestamp+'T00%3A00%3A00%2B08%3A00&max-results='+pageCount;
}
}
}
}//end if(post.category){

itemCount++;
}

}else{
if(title!=''){
if(itemCount==0 || (itemCount % pageCount ==(pageCount-1))){
if(thisUrl.indexOf(timestamp)!=-1 ){
thisNum = postNum;
}

if(title!='') postNum++;
htmlMap[htmlMap.length] = '/search?updated-max='+timestamp+'T00%3A00%3A00%2B08%3A00&max-results='+pageCount;
}
}
itemCount++;
}
}

for(var p =0;p< htmlMap.length;p++){
if(p>=(thisNum-displayPageNum-1) && p<(thisNum+displayPageNum)){
if(fFlag ==0 && p == thisNum-2){
if(thisNum==2){
if(isLablePage){
upPageHtml = labelHtml + upPageWord +'</a></span>';
}else{
upPageHtml = '<span class="showpage"><a href="/">'+ upPageWord +'</a></span>';
}
}else{
upPageHtml = '<span class="showpage"><a href="'+htmlMap[p]+'">'+ upPageWord +'</a></span>';
}

fFlag++;
}

if(p==(thisNum-1)){
html += '&nbsp;<span class="showpagePoint"><u>'+thisNum+'</u></span>';
}else{
if(p==0){
if(isLablePage){
html = labelHtml+'1</a></span>';
}else{
html += '<span class="showpageNum"><a href="/">1</a></span>';
}
}else{
html += '<span class="showpageNum"><a href="'+htmlMap[p]+'">'+ (p+1) +' </a></span>';
}
}

if(eFlag ==0 && p == thisNum){
downPageHtml = '<span class="showpage"> <a href="'+htmlMap[p]+'">'+ downPageWord +'</a></span>';
eFlag++;
}
}//end if(p>=(thisNum-displayPageNum-1) && p<(thisNum+displayPageNum)){
}//end for(var p =0;p< htmlMap.length;p++){

if(thisNum>1){
if(!isLablePage){
html = '<span class="showpage"></span>'+upPageHtml+' '+html +' ';
}
}

html = '<div class="showpageArea"><span class="showpage"> Jumlah Halaman '+(postNum-1)+': </span>'+html;

if(thisNum<(postNum-1)){
html += downPageHtml;

}

if(postNum==1) postNum++;
html += '</div>';

if(isPage || isFirstPage || isLablePage){
var pageArea = document.getElementsByName("pageArea");
var blogPager = document.getElementById("blog-pager");

if(postNum <= 2){
html ='';
}

for(var p =0;p< pageArea.length;p++){
pageArea[p].innerHTML = html;
}

if(pageArea&&pageArea.length>0){
html ='';
}

if(blogPager){
blogPager.innerHTML = html;
}
}

}
</script>

<script src="/feeds/posts/summary?alt=json-in-script&callback=showpageCount&max-results=99999" type="text/javascript"></script>

selanjutnya Save, dan simpan dibawah posting

Lihat hasilnya ....

Dah ah gitu aja, cape ngetiknya ...
Hasilnya lihat dibawah kolom posting artikel saya ....
Minggu, 10 April 2011

Cara Menampilkan Gambar Pada Judul Posting Artikel

it's an information blog
Ini sekedar trik untuk mempercantik tampilan blog kita saja ...

Caranya sih ga sulit - sulit amat.
Langkah-langkah seribunya :
1. Upload photo yang di inginkan di foto bucket, lalu ambil Url link gambarnya.
2. Masuk ke dashbor, lalu klik rancangan, klik Edit HTML, lalu klik Expand widget.
3. Aktifkan mode pencarian dengan CTRL + F
4. Lalu cari kode di bawah ini :


<a expr:href='data:post.url'><data:post.title/></a>
<b:else/>

Lalu Copas kode berikut ini :

<img src="Url Gambar Anda" width="Lebar yang anda inginkan" hight="Tinggi yang anda inginkan" border="0"></img>

Kemudian masukkan kode ini di area Sisipkan kode Disini
<a expr:href='data:post.url'>Sisipkan Kode Disini<data:post.title/></a>
<b:else/>

Nah Lalu SAVE deh ... The End...

Nah hasilnya akan seperti yang ada di blog ini ... cantikkan ??

Itulah Kopi Jahe Merah Karomah Yang nikmat Kopinya, Terasa Jahenya, Pas Susunya ... sehat khasiatnya...jangan lupa pesan ya ... he he...

Ini gambar Produknya  :
Sabtu, 09 April 2011

Cara Memasang Read More

it's an information blog
Ini adalah cara membuat Read More (Baca Selengkapnya)...
Sebetulnya cara mudah adalah bertanya pada ahli IT terdekat disekitar rumah anda, lalu minta tolong kepadanya untuk membuatkannya (he he he....- cara jadul yang paling gampang)...
Tapi barangkali males keluar rumah karena hujan, cuaca panas, atau takut ketemu yang nagih, maka ga pa pa ta bagi deh caranya .... 


(Yang Ini Tolong Jangan di Klik)

 Nah caranya adalah :
1. Login pada blogger
2. Klik Layout pada Dashboard
3. Pada menu Layout, klik Edit HTML.Jangan lupa centang pada kolom Expand Widget Template.

4. Carilah kode }]]></b:skin>,dan letakkan kode dibawah ini tepat dibawah kode tersebut. Atau lebih mudahnya tekan saja ctrl + F kemudan ketikkan kode tersebut pada kolom pencariannya.

<style>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
span.fullpost {display:inline;}
<b:else/>
span.fullpost {display:none;}
</b:if>
</style> 



Cari kode dibawah ini :

<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'><data:post.body/></b:if>

Lalu Masukkan kode berikut tepat dibawahnya :

<b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
<a expr:href='data:post.url'> Read More..</a>
</b:if>

Kalimat Read More dapat anda ganti dengan Baca Selengkapny
a
atau Selengkapnya atau Selanjutnya.
6. Kemudian klik Save

Goresanku Untukmu Istriku ...

it's an information blog
Istriku yang sangat aku cintai ....

Mungkin aku bukanlah type lelaki yang sempurna sebagaimana Nabi dan Para sahabatnya...
Apalagi aku dengan pekerjaanku yang banyak berkelana...
masuk kampung dan menembus berbagai kota ...
Tapi Istriku ...
Walau tak kucapkan dan tak kubisikkan kepadamu...
hatiku selalu terpatri kepada keberadaanmu dirumah ..


Istriku tersayang ...
Mungkin aku tak seperti kawan - kawanku yang lainnya...
yang mereka tidak memiliki latar belakang dan kisah mengenaskan
dimasa lalu mereka sebagaimana kisah hidup diriku ...
tapi aku dan diriku mencintaimu segenap raga dan hidupku...

Istriku yang manis ...
Mungkin dalam hal canda dan begaul aku tak sepandai kawan-kawanku yang 'alim
yang mampu menjaga diri untuk tak bercanda dengan para wanita...
Namun -menurutku - candaku masih dalam batas wajar ...

Istriku buah hatiku ..
Aku memang belum mampu membatasi diri dalam pergaulan dengan wanita
karena dalam pekerjaan keseharianku...
sebagaimana engkau tahu...aku adalah seorang public relations...
jadi sungguh sulit dengan pekerjaanku untuk tidak berhubungan dengan para wanita,
yang mereka mungkin saja pelayan toko, tau para apoteker, atau para bidan, atau pun
sekertaris dari mitra-mitra agenku...
Namun dibalik pekerjaan ku, dibalik canda wajarku...
aku masih berusaha untuk membentengi diri dan membatasi dalam kerangka sewajarnya...

Istri Ibu dari anak-anak manisku ...
Mungkin kita masih ingat beberapa kasus ku dimasa lalu...
tapi itu murni bukan kesalahanku..
mungkin kawan-kawanku yang mengetahui akan menyatakan itu adalah dalih...
tapi aku dan Alloh yang Maha Tahu keadaan sebenarnya ..

Istriku...
walau mungkin aku dan karakterku...
terkadang membuat engkau ragu akan kesetiaanku..
tapi dibalik candaku padamu...
aku adalah seorang lelaki yang mempunyai prinsip yang sangat idealis..
Insya Alloh...
Aku bukanlah seorang pria yang mudah terbawa arus..
tapi aku selalu berupaya menjadi arus itu sendiri...

Istriku kawan suka dan malangku...
Aku memang lelaki yang lemah saat melihat seorang wanita menangis
aku tak pernah mampu mengelak saat seorang wanita curhat...
aku tak bisa untuk tak menanggapi mereka yang dalam keadaan sedih..
karena aku sangat tahu dan faham makna sebuah kesedihan...
AKu sering mengalami masa-masa kesusahan...
Istriku... maafkan aku ...

Istriku belahan jiwaku ...
Dengan segenap kekurangan dan kelemahan yang ada padaku...
Alhamdulillah hingga saat detik ini...
aku ternyata masih mampu menjaga cintamu...
memelihara benih - benih suci kasih sayangmu...
istriku ..
dengan seluruh kelalaianku...
aku harap engkau mau tuk mengerti aku ...
sebagaimana aku berusaha menjaga hatiku padamu ...

C.I.N.T.A ... cinta oh cinta ...

it's an information blog
Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.

Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.
Demikianlah bila kebodohan telah melanda kehidupan dan kebenaran tidak lagi menjadi tolok ukur. Dalam keadaan seperti ini, setan tampil mengibarkan benderanya dan menabuh genderang penyesatan dengan mengangkat cinta sebagai landasan bagi pembolehan terhadap segala yang dilarang Allah dan Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali ‘Imran: 14)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya dari shahabat Tsauban radhiyallahu ‘anhu mengatakan: ‘Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.’ Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat sedikit?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Bahkan kalian saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.’ Seseorang bertanya: ‘Apakah yang dimaksud dengan al-wahn wahai Rasulullah?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Cinta dunia dan takut mati.’ (HR. Abu Dawud no. 4297, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan: “Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua negeri tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa. Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”
Definisi Cinta
Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan: “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin, 3/9)
Hakikat Cinta
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.
Cinta kepada Allah
Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (3/22) berkata: “Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka:
“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)
Mereka (sebagian salaf) berkata: “(firman Allah) ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, faidah dan buahnya adalah kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka kecintaan Allah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.”
Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik rahimahullah:
“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara:
Pertama, membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.
Ketiga, terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.
Keempat, mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.
Kelima, hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.
Keenam, menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.
Ketujuh, tunduknya hati di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kedelapan, berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia).
Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.
Kesepuluh, menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Madarijus Salikin, 3/18, dengan ringkas)
Cinta adalah Ibadah
Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)
Adapun dalil dari hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hadits Anas yang telah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.”
Macam-macam Cinta
Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:
Pertama, cinta ibadah.
Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.
Kedua, cinta syirik.
Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
Ketiga, cinta maksiat.
Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)
Keempat, cinta tabiat.
Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Yusuf: 8)
Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik.
Buah cinta
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan: “Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.” (Majmu’ Fatawa, 1/95)
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menyatakan: “Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.” (Al-Qaulus Sadid, hal. 110)
Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci.
Pertama, bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram.
Kedua, bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram.
Ketiga, bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan.
Wallahu a’lam.

Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah An-Nawawi
Sumber: http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=128
Jumat, 08 April 2011

Membuat Teks Berjalan Di Nav Bar Atas

it's an information blog
Caranya cukup mudah, pertama-tama sobat Login ke Account Blogger Sobat. Klik TATA LETAK – EDIT HTML.



Kemudian Copy Paste kode dibawah ini, letakkan tepat diatas
Rabu, 06 April 2011

Goresan Takdir Di Lauhul Mahfuz (1)

it's an information blog
Ini hanyalah sebuah cerita dari rentetan cerita manusia yang tertunda jadwal penerbitannya...

Tak banyak istimewa, tapi sungguh banyak memiliki makna, makna sebuah cerita kehidupan, makna warna sebuah bentuk kesenjangan, makna dari sebuah rona perjalanan, dan berjuta makna lainnya yang terkandung lebih lama dari sebuah bayi yang mendekam di alam kandungan...

Dia...
Diusianya yang 1 tahun setengah, telah merasakan bagaimana rasanya tak memiliki kasih sayang dari seorang ayah.. masa - masa kecilnya ...disaat dia tengah membutuhkan 2 belaian tangan, tapi dia hanya merasakan sebuah rasa belaian 1 tangan.


Ayahnya pergi.. tapi bukan karena menikah lagi, bukan pula karena mencari rizki... melainkan di panggil Ilahi dalam keadaan tak memiliki nikmat Iman Dan Islam.. karena ayahnya adalah seorang penganut agama dari sebuah aliran kepercayaan, jelas bukan penganut agama samawi...

Di usianya yang baru menginjak 1,5 tahun, dia sudah mampu mengingat cerita kisah kepergian ayahnya dari sisinya...

Siang itu, menjelang sore hari, sang ayah masih terlihat gagah dan sehat, dia meraih anaknya dan menggendongnya di belakang punggunya, sungguh si anak dalam ingatannya masih mampu mengingat seulas senyum manis yang terpancar diwajah sang Ayah, si Ayah menggendongnya seraya berucap : "Hup ... ikut papah ya sayang kedepan... " hanya kalimat itu yang mampu dia ingat... Si Ayah menggendongnya dibalik punggungnya mengajak ke depan gang rumahnya di daerah sinar budi jakarta, yang entah sekarang sudah menjadi seperti apa lokasinya..

Sang Ayah mengajak anak mungilnya itu kedepan gang menuju sebuah warung, ternyata hanya sekedar membeli sebungkus rokok kretek... Lalu ayah dan anak itu kembali kerumahnya yang persis di area rumahnya tersebut ada pabrik sepatu boot...

Hanya itulah potongan cerita yang mampu di ingat oleh sianak tadi, sepertinya si anak terus mengantuk, dan Ayah dan anak itu pun masuk ke kamar lantas mereka tertidur...

Mungkin sekitar menjelang waktu ashar.. si anak terbangun, lalu sebagaimana manjanya anak-anak kecil pada umumnya, dia terbangun dengan penuh rasa manja, lantas menaiki dada ayahnya ... dia bergerak dengan rasa penuh harap sang ayah terbangun dan bercanda bersamanya seperti biasa dihari - hari yang pernah lalui sebelumnya... Tapi....

(Sampai sini penulis tak mampu membendung air mata...)
Ayahnya yang dia gerak gerakkan tubuhnya, digoyang goyangkan dadanya, ternyata bergoyang seluruh badannya... tubuhnya telah kaku... mata si kecil tertegun.. menatap nanar... mungkin jika kita jabarkan, hatinya bertanya "Ada apa dengan ayahnya??"

Mungkin anda pembaca telah dapat menduga.... ya Ayah si kecil ternyata telah tiada, senyumannya tadi adalah senyuman terakhir yang si kecil bisa nikmati, hangatnya gendongan tadi, adalah gendongan terakhir seumur hidupnya yang dia pernah rasakan hingga dia dewasa kini dan menjadi seorang ayah... ucapannya adalah ucapan terakhirnya, dan mungkin dekapan menjelang tidurnya mereka adalah dekapan terakhir yang entah dia nikmati atau tidak disela sela rasa kantuknya si kecil.... yang jelas saat itu kematian ayahnya pertama kali diketahui oleh si kecil, sedangkan dirumah sungguh tak ada orang selain si kecil.. yang jelas itulah kenangan terakhir si kecil dengan ayahnya.... seumur hidupnya..dia sangat rindukan belaian itu....tatapan itu, senyuman itu dan sapaan manis yang selalu terngiang - ngiang ditelingany hingga ia dewasa....

Maaf saya tak sanggup lagi menulis dan menceritakan kejadian ini lagi... yang jelas, mungkin saja dari rentetan cerita kehidupan para manusia yang diantaranya ada anda... anda bisa jadi seorang yang lebih beruntung dari si kecil, atau bahkan nasib anda bisa lebih buruk dari si kecil... yang jelas yang paling berkesan adalah... kejadian kematian ayahnya disaat dia terbangun dari tidurnya dan merindukan sebuah kemanjaan sebagaimana layaknya anak-anak kecil seusianya pada umumnya.... tak pernah dia tahu sebabnya, yang dia ketahui ada air mengalir dari kedua telinganya, hidungnya, mulutnya dan matanya terbelalak dibanjiri air...mungkin air mata terakhirnya...

Basah mata ini mengingat kisah si kecil ini...

Updates Via E-Mail